Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini



Selasa, 20 Oktober 2020

Kegiatan Pengembangan Kapasitas dan Pembinaan Masyarakat Anti Narkoba Melalui Workshop di Linkungan Swasta

Pada Hari Senin Tepatnya tanggal 19 Oktober 2020 Pukul 07.30 sampai dengan selesai Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional Kota Palu Melaksanakan Kegiatan Pengembangan Kapasitas dan Pembinaan Masyarakat Anti Narkoba Melalui Workshop di Linkungan Swasta bertempat di Hotel Palu Golden Jalan Raden Saleh.Seksi P2M BNN Kota Palu telah melaksanakan giat DIPA pengembangan kapasitas dan pembinaan masyarakat anti narkoba melalui Workshop di Lingkungan Swasta Kota Palu dengan menghadirkan 20 orang peserta.Peserta merupakan karyawan dari PT.Patrako Motor Abadi, PT.Indaco, PT.Telkomsat, PT.Tri Putra, PT. Palu Golden, PT.Prima Gelora.Adapun narasumber yang memberikan materi,sbb: 1. AKBP.Abire dengan materi : Kebijakan P4GN. 2. I Putu Ardikayana,M.Psi dangan materi : Konseling Adiksi dasar dan Rehabilitasi. 3. AIPTU Aji Suhada dengan materi : Aspek Hukum dari P4GN 4. Hj.Masnawati Rahman,SE.,MM.dengan materi : Rencana Aksi. Moderator Yamin Patra SKMF.Hasil Kegiatan Hasil dari pelaksanaan kegiatan Pengembangan kapasitas dan pembinaan Masyarakat Anti Narkoba Melalui Worshop di lingkungan Swasta Sebagai berikut : 1.Terbentuknya Penggiat Anti Narkoba Sebanyak 20.Orang dari Lima perusahaan Swasta. 2.Tersusunnya Rencana Aksi oleh Masing-masing Calon penggiat dan akan dilakukan Monitoring dan Evaluadi kedepannya oleh Bnn Kota Palu. 3.Meningakatnya pemahaman peserta tentang P4GN. Kegiatan ini dilaksanakan dengan Protokol Kesehatan dan Rekomendasi dari Ketua Satgas Kota Palu.Wassalamualaikum Wr. Wb.#Hidup 100 Persen #Berani #Nasionalis #Netral #Responsif #Inovatif 






Senin, 16 September 2019

KASUS TINDAK PIDANA NARKOTIKA

Pada hari kamis  tanggal 11 Juli 2019,sekitar pukul 08.30 Wita, Petugas Pemberantasan BNNK Palu mendapatkan laporan informasi dari masyarakat tentang adanya kegiatan penyalahgunaan Narkotika Gol.I bukan tanaman yang di duga jenis shabu, yang  dilakukan oleh Lk. MUHAMMAD RIFAL Alias RIFAL di KEL.Tavanjuka Kec.Tatanga Kota Palu, Prov. Sulteng., kemudian petugas BNNK Palu melakukan penyelidikan lebih lanjut dan didapatkan hasil bahwa memang benar sedang terjadi penyalahgunaan Narkotika gol.I  bukan tanaman yang di duga shabu kemudian pada pukul 09.30 Wita Tim Berantas langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan di rumah milik Lk.MUHAMMAD RIFAL Alias RIFAL dalam penangkapan tersebut tim Berantas berhasil mengamankan Lk.MUHAMMAD RIFAL Alias RIFAL dan Lk.ARDIANSYAH Alias ANSAR dan barang bukti berupa 17 (tujuh belas) Paket klip bening yang di duga shabu, Setelah penggeledahan selesai dilaksanakan tersangka dan barang bukti disita dan dibawa ke kantor BNNK Palu untuk dilakukan Test Urine dan proses penyidikan lebih lanjut.

  1. Lk.MUHAMMAD RIFAL Alias RIFAL
  • 7 (tujuh) paket plastic klip bening berisi serbuk kristal yang di duga shabu dengan berat Bruto 8.80 Gram.
  • 1 (satu) unit Hp Merk Realme.
  • 3 (tiga) pak plastik klip bening kosong.
  • 7 (tujuh) buah macis gas.
  • 1 (satu) buah timbangan Digital.
  • 1 (satu) pak katenbat.
  • 3 (tiga) buah kaca pireks.
  • 2 (dua) buah sendok shabu.
  • 4 (empat) buah kotak plastik
  • Uang tunai Rp 1.000.000 (satu juta rupiah)
 
  1. Lk.ARDIANSYAH Alias ANSAR :
  • 10 (sepuluh) paket plastik klip bening berisikan serbuk kristal jenis shabu dengan berat bruto 1,69 Gram.
  • 2 (dua) buah alat isap shabu (bong)
  • 1 (satu) unit Hp Merk Samsung warna putih.
  • 1 (satu) buah kotak senter swat.
  • 3 (tiga) buah macis gas
  • 3 (tiga) buah sendok plastik yang terbuat dari pipet
  • Uang tunai sebesar Rp 600.000.





Terkini





Jumat, 7 Februari 2020

Kegiatan Press Release pengungkapan Kasus Narkotika. Gol I Jenis Shabu

Press Release pengungkapan Kasus Narkotika.Dengan Nomor  LKN /01/I/2020/BNNK PALU Tanggal. 28 Januari 2020 dan LKN/01/II/2020/BNNK Palu tgl. 03 februari 2020Pada Hari dan Tanggal : jum'at. 07 februari 2020 Pukul : 14.00 WITA s.d selesaiBertempat Kegiatan diRuang rapat kantor BNN Kota paluyang Melaksakan Tugas Kegiatan  Seksi Pemberantasan BNNK Palu dan Media online dan media elektronik kota paludimana Telah dilakukannya press release pengungkapan kasus Narkotika an. Tersangka Muh. Ariyanto alias Ari dan berhasil mengamankan laki2 atas nama : 1. Lk. Muh. Chandra Akbar alias Candra, Ttl : Palu, 22 Juli 1989, Laki", agama islam, Suku Bugis, pekerjaan Swasta, Alamat jln. Hayam Wuruk I Kel. Besusu Barat Kec. Palu Timur Kota Palu Provinsi Sulteng. Dengan Barang bukti sbb: - 2 (dua) paket plastik klip bening berisi shabu dgn berat bruto 1.45 gram. - 1 (satu) buah timbangan digital. - 3 (tiga) pak plastik klip bening. - 2 (dua) sendok plastik. - 2 (dua) buah buku Tabungan Mandiri an. Chandra Akbar. - 1 (satu) buah kartu ATM mandiri an. Chandra Akbar. - 1 (satu) buah kotak jam tangan warna hitam. - 1 (satu) buah tas kecil warna merah. - 1 (satu) buah plastik klip bening besar bekas penyimpanannshabu. - 1 (satu) buah handphone merek Oppo A3 warna putih dengan nomor simcard 085399994408. - Uang tunai total Rp. 6.700.000,- (enam juta tujuh ratus ribu rupiah. Pasal yg disangkakan yaitu pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) UU no. 35 thn 2009 ttg natkotikaDemikian, terima kasih.Wasalamualaikum War. Wab.#STOPNARKOBA #Kerja Kerja Kerja #Berani #Nasionalis #Netral #Responsif #Inovatif



Jumat, 7 Februari 2020

Kegiatan Press Release pengungkapan Kasus Narkotika. Gol I Jenis Shabu

Press Release pengungkapan Kasus Narkotika.Dengan Nomor  LKN /01/I/2020/BNNK PALU Tanggal. 28 Januari 2020 dan LKN/01/II/2020/BNNK Palu tgl. 03 februari 2020Pada Hari dan Tanggal : jum'at. 07 februari 2020 Pukul : 14.00 WITA s.d selesaiBertempat Kegiatan diRuang rapat kantor BNN Kota paluyang Melaksakan Tugas Kegiatan  Seksi Pemberantasan BNNK Palu dan Media online dan media elektronik kota paludimana Telah dilakukannya press release pengungkapan kasus Narkotika an. Tersangka Muh. Ariyanto alias Ari dan berhasil mengamankan laki2 atas nama : 1. Lk. Muh. Chandra Akbar alias Candra, Ttl : Palu, 22 Juli 1989, Laki", agama islam, Suku Bugis, pekerjaan Swasta, Alamat jln. Hayam Wuruk I Kel. Besusu Barat Kec. Palu Timur Kota Palu Provinsi Sulteng. Dengan Barang bukti sbb: - 2 (dua) paket plastik klip bening berisi shabu dgn berat bruto 1.45 gram. - 1 (satu) buah timbangan digital. - 3 (tiga) pak plastik klip bening. - 2 (dua) sendok plastik. - 2 (dua) buah buku Tabungan Mandiri an. Chandra Akbar. - 1 (satu) buah kartu ATM mandiri an. Chandra Akbar. - 1 (satu) buah kotak jam tangan warna hitam. - 1 (satu) buah tas kecil warna merah. - 1 (satu) buah plastik klip bening besar bekas penyimpanannshabu. - 1 (satu) buah handphone merek Oppo A3 warna putih dengan nomor simcard 085399994408. - Uang tunai total Rp. 6.700.000,- (enam juta tujuh ratus ribu rupiah. Pasal yg disangkakan yaitu pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) UU no. 35 thn 2009 ttg natkotikaDemikian, terima kasih.Wasalamualaikum War. Wab.#STOPNARKOBA #Kerja Kerja Kerja #Berani #Nasionalis #Netral #Responsif #Inovatif




Senin, 2 Maret 2020

Pesan Wali Kota Palu Bahwa Rehabilitasi Tidak Cukup Ditangani Satu Instansi

Pada dasarnya, rehabilitasi narkoba bukan hanya bertujuan membuat penggunanya berhenti memakai narkoba, melainkan juga bertujuan agar penggunanya kembali melakukan hal-hal yang produktif di dalam keluarga, hingga di lingkungan masyarakat.Dalam Pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dinyatakan bahwa pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.Rehabilitasi medis adalah suatu proses kegiatan pengobatan secara terpadu untuk membebaskan pecandu dari narkotika. Sedangkan, Rehabilitasi sosial adalah suatu proses kegiatan pemulihan secara terpadu baik fisik, mental maupun sosial, agar mantan pecandu narkotika kembali menjalankan fungsi dalam kehidupan bermasyarakat.Olehnya Wali Kota Palu, yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Palu, H. Asri S.H mengatakan bahwa Penanganan rehabilitasi pecandu narkoba, tidak cukup hanya ditangani oleh satu instansi dalam hal ini Badan Narkotika Nasional, akan tetapi perlu keterlibatan instansi lain seperti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Unit Kerja Pemerintah Daerah lainnya. Hal tersebut diungkapkan Sekda Kota Palu, saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergitas Antara BNN Kota Palu dan Pemda Kota Palu dalam Pelaksanaan Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi, pada Kamis (27/2/2020), bertempat di Palu Golden Hotel.Selain melalui pengobatan dan/atau rehabilitasi medis, penyembuhan pecandu narkotika dapat diselenggarakan oleh instansi pemerintah atau masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan tradisional. Sedangkan untuk rehabilitasi sosial dapat dilakukan melalui pendekatan keagamaan, tradisional, dan pendekatan alternatif lainnya.Sekretaris Daerah Kota Palu, H. Asri S.H, menambahkan apabila instansi pemerintah turut terlibat, tentunya hal tersebut menjadi lebih baik.“Apabila hal tersebut dapat dilaksanakan, saya yakin mantan pecandu narkoba, lambat laun akan mampu melakukan kegiatan positif dan produktif yang dapat membawa manfaat bagi keberlangsungan hidupnya, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat,”tandasnya.Penulis : Maswita, S.Sos, MM


Senin, 2 Maret 2020

Cara Keren Jauhi Narkoba

Generasi muda adalah generasi harapan bangsa, di pundak kaum muda cita-cita bangsa ini disematkan. Maka sudah seharusnya generasi muda mempersiapkan dan membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang berguna untuk masa depan diri dan masa depan bangsanya kelak.Kesempatan berkarya bagi kaum muda sangat terbuka luas, namun tak jarang kaum muda justru terbawa arus pergaulan yang tidak sehat seperti penyalahgunaan narkoba. Hal ini tentu saja bisa merusak masa depan generasi muda dan merugikan diri sendiri, maupun keluarga.Untuk itu, berikut TIPS yang bisa kamu lakukan sebagai generasi muda, untuk membentengi diri sendiri dan untuk berbagi dengan orang-orang yang kamu kasihi terutama keluarga, sahabat ataupun rekan kerjamu:

  1. Kenali diri
Dengan mengenal diri, kamu tentu akan lebih mudah untuk mengendalikan dirimu agar tidak mudah terjebak dalam perangkap pergaulan yang negatif. Kenali apa potensi dan bakat unikmu, karena setiap orang pasti memiliki kelebihan yang berbeda-beda. 
  1. Lakukan Aktivitas Fisik, Seperti Berolahraga Di Pagi Hari
Olahraga mungkin menjadi rutinitas bagi setiap orang. Namun ada juga yang bahkan sama sekali tak sempat untuk berolahraga meski sekedar olahraga ringan seperti lari pagi atau olahraga lainnya yang bisa dimulai dari rumah. Olahraga seperti jalan santai atau jalan cepat juga dapat mengurangi stress. 
  1. Bergabunglah dengan komunitas yang positif
Lingkaran pertemanan ataupun komunitas akan menentukan bagaimana kamu melakukan aktivitasmu sehari-sehari. Oleh karena itu, carilah komunitas yang membuatmu banyak melakukan aktifitas yang positif dan bermanfaat, agar waktumu tidak terbuang percuma. 
  1. Mengasah keterampilan dibidang yang kamu suka
Temukanlah satu bidang yang paling kamu sukai, dan latihlah secara konsisten. Dengan melatih diri dibidang yang kamu sukai, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Teruslah lakukan dan asah keterampilanmu untuk mengukir prestasi dan berkarya lebih baik lagi dengan semua potensi yang kamu miliki.Penulis : Mawita S.Sos, MM


Senin, 3 Februari 2020

Upaya Pencegahan Narkoba Oleh Orangtua

Bagian yang tidak kalah penting dari upaya pencegahan dan paling berpotensi untuk dapat menghindari penyalahgunaan narkoba pada anak, adalah lingkungan keluarga. Ada beberapa hal sederhana yang dapat di lakukan, utamanya orangtua untuk melakukan pencegahan dini, diantaranya;

  1. Memiliki Pengetahuan Tentang Narkoba
Orangtua harus memiliki pengetahuan yang jelas tentang narkoba, sehingga bisa memberikan pengetahuan pada anak tentang bahaya narkoba dan cara untuk menghindarinya. 
  1. Hindari Kepercayaan Diri Berlebih
Percaya diri memang perlu, namun kepercayaan diri yang berlebih, dan menganggap bahwa anak kita adalah anak yang sempurna dan tidak memiliki masalah, adalah sebuah kekeliruan. Menghindari kepercayaan berlebih adalah sangat perlu, agar sebagai orangtua secepatnya dapat mendeteksi dini bila terdapat perubahan yang tidak lazim pada anak. 
  1. Jangan Segan Mengawasi Anak
Hal ini, bukan berarti menaruh kecurigaan berlebih terhadap anak. Namun pencegahan atau antisipasi sejak dini, jauh lebih baik, ketimbang penyesalan di kemudian hari. Mulailah dengan melihat kondisi kamar anak, memeriksa pakaian yang telah digunakan, tas sekolah dan yang lainnya. Perlu diperhatikan adalah bagaimana melakukan semua hal tersebut dengan strategi yang baik, agar tidak menimbulkan konflik dengan sang anak. 
  1. Menjadi Sahabat Bagi Anak
Bayangkan bagaimana jika sang anak menganggap anda sebagai orangtua yang juga sekaligus sahabat baginya. Tentu ada perasaan bebas, terutama dalam segi mencurahkan isi hati, pendapat, maupun permasalahan yang ia alami. Maka dengan begitu, anda bisa dengan mudah mengetahui apa saja yang ia rasakan, dan apapun yang terjadi dengan dirinya. Penulis : Maswita S.Sos, MM


Senin, 3 Februari 2020

Efek Sabu-Sabu Bagi Tubuh

Efek Sabu-Sabu Bagi TubuhMetafetamin atau yang biasa dikenal di Indonesia sebagai sabu-sabu, merupakan obat stimulan yang memiliki efek adiktif yang tinggi. Zat ini sebenarnya dilegalkan oleh lembaga pengawas obat-obatan Amerika, untuk membuat obat terapeutik yang biasa diresepkan untuk penderita ADHD, narkolepsi, dan obesitas. Namun setelah banyaknya kasus penyalahgunaan yang melampaui dosis, zat ini pada akhirnya hanya bisa digunakan secara terbatas dan dengan persetujuan dokter.Penggunaan sabu-sabu tentunya memiliki dampak yang buruk bagi tubuh, diantaranya, menyebabkan perubahan struktural dan fungsional pada otak yang menyebabkan gangguan emosi dan memori.Sabu-sabu juga memberikan efek menyenangkan pada penggunanya. Hal Ini bisa terjadi karena saat mengonsumsi sabu-sabu, tubuh akan melepaskan neurotransmiter dopamin dalam jumlah yang besar. Dopamin merupakan zat kimia yang dapat meningkatkan motivasi, kebahagiaan, dan kemampuan motorik. Zat ini akan bekerja pada bagian otak yang menyebabkan seseorang selalu tergoda untuk mengonsumsi lebih banyak sabu-sabu.Meningkatnya aktivitas, cara bicara yang cepat, penurunan nafsu makan, berkurangnya rasa lelah, kehilangan kontrol diri, dan merasa euforia, juga bagian dari efek penggunaan sabu-sabu. Bahkan, penggunanya selama beberapa hari mampu tanpa makan makanan apapun, apalagi saat melakukan ‘pesta sabu’.Secara fisik, orang yang menggunakan sabu-sabu akan bernapas lebih cepat, jantung berdetak lebih cepat dan tidak teratur, suhu tubuh meningkat, dan tekanan darah tinggi. Orang-orang yang menggunakan sabu-sabu biasanya akan mengalami gejala psikis seperti paranoid, agresif, dan halusinasi, baik pada penglihatan maupun pendengaran, gangguan mood, dan delusi. Penulis : Nur Komariah


Senin, 2 Maret 2020

Pesan Wali Kota Palu Bahwa Rehabilitasi Tidak Cukup Ditangani Satu Instansi

Pada dasarnya, rehabilitasi narkoba bukan hanya bertujuan membuat penggunanya berhenti memakai narkoba, melainkan juga bertujuan agar penggunanya kembali melakukan hal-hal yang produktif di dalam keluarga, hingga di lingkungan masyarakat.Dalam Pasal 54 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dinyatakan bahwa pecandu narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.Rehabilitasi medis adalah suatu proses kegiatan pengobatan secara terpadu untuk membebaskan pecandu dari narkotika. Sedangkan, Rehabilitasi sosial adalah suatu proses kegiatan pemulihan secara terpadu baik fisik, mental maupun sosial, agar mantan pecandu narkotika kembali menjalankan fungsi dalam kehidupan bermasyarakat.Olehnya Wali Kota Palu, yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Palu, H. Asri S.H mengatakan bahwa Penanganan rehabilitasi pecandu narkoba, tidak cukup hanya ditangani oleh satu instansi dalam hal ini Badan Narkotika Nasional, akan tetapi perlu keterlibatan instansi lain seperti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Unit Kerja Pemerintah Daerah lainnya. Hal tersebut diungkapkan Sekda Kota Palu, saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergitas Antara BNN Kota Palu dan Pemda Kota Palu dalam Pelaksanaan Rehabilitasi dan Pasca Rehabilitasi, pada Kamis (27/2/2020), bertempat di Palu Golden Hotel.Selain melalui pengobatan dan/atau rehabilitasi medis, penyembuhan pecandu narkotika dapat diselenggarakan oleh instansi pemerintah atau masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan tradisional. Sedangkan untuk rehabilitasi sosial dapat dilakukan melalui pendekatan keagamaan, tradisional, dan pendekatan alternatif lainnya.Sekretaris Daerah Kota Palu, H. Asri S.H, menambahkan apabila instansi pemerintah turut terlibat, tentunya hal tersebut menjadi lebih baik.“Apabila hal tersebut dapat dilaksanakan, saya yakin mantan pecandu narkoba, lambat laun akan mampu melakukan kegiatan positif dan produktif yang dapat membawa manfaat bagi keberlangsungan hidupnya, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat,”tandasnya.Penulis : Maswita, S.Sos, MM


Senin, 2 Maret 2020

Cara Keren Jauhi Narkoba

Generasi muda adalah generasi harapan bangsa, di pundak kaum muda cita-cita bangsa ini disematkan. Maka sudah seharusnya generasi muda mempersiapkan dan membekali diri dengan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang berguna untuk masa depan diri dan masa depan bangsanya kelak.Kesempatan berkarya bagi kaum muda sangat terbuka luas, namun tak jarang kaum muda justru terbawa arus pergaulan yang tidak sehat seperti penyalahgunaan narkoba. Hal ini tentu saja bisa merusak masa depan generasi muda dan merugikan diri sendiri, maupun keluarga.Untuk itu, berikut TIPS yang bisa kamu lakukan sebagai generasi muda, untuk membentengi diri sendiri dan untuk berbagi dengan orang-orang yang kamu kasihi terutama keluarga, sahabat ataupun rekan kerjamu:

  1. Kenali diri
Dengan mengenal diri, kamu tentu akan lebih mudah untuk mengendalikan dirimu agar tidak mudah terjebak dalam perangkap pergaulan yang negatif. Kenali apa potensi dan bakat unikmu, karena setiap orang pasti memiliki kelebihan yang berbeda-beda. 
  1. Lakukan Aktivitas Fisik, Seperti Berolahraga Di Pagi Hari
Olahraga mungkin menjadi rutinitas bagi setiap orang. Namun ada juga yang bahkan sama sekali tak sempat untuk berolahraga meski sekedar olahraga ringan seperti lari pagi atau olahraga lainnya yang bisa dimulai dari rumah. Olahraga seperti jalan santai atau jalan cepat juga dapat mengurangi stress. 
  1. Bergabunglah dengan komunitas yang positif
Lingkaran pertemanan ataupun komunitas akan menentukan bagaimana kamu melakukan aktivitasmu sehari-sehari. Oleh karena itu, carilah komunitas yang membuatmu banyak melakukan aktifitas yang positif dan bermanfaat, agar waktumu tidak terbuang percuma. 
  1. Mengasah keterampilan dibidang yang kamu suka
Temukanlah satu bidang yang paling kamu sukai, dan latihlah secara konsisten. Dengan melatih diri dibidang yang kamu sukai, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat. Teruslah lakukan dan asah keterampilanmu untuk mengukir prestasi dan berkarya lebih baik lagi dengan semua potensi yang kamu miliki.Penulis : Mawita S.Sos, MM


Senin, 3 Februari 2020

Efek Sabu-Sabu Bagi Tubuh

Efek Sabu-Sabu Bagi TubuhMetafetamin atau yang biasa dikenal di Indonesia sebagai sabu-sabu, merupakan obat stimulan yang memiliki efek adiktif yang tinggi. Zat ini sebenarnya dilegalkan oleh lembaga pengawas obat-obatan Amerika, untuk membuat obat terapeutik yang biasa diresepkan untuk penderita ADHD, narkolepsi, dan obesitas. Namun setelah banyaknya kasus penyalahgunaan yang melampaui dosis, zat ini pada akhirnya hanya bisa digunakan secara terbatas dan dengan persetujuan dokter.Penggunaan sabu-sabu tentunya memiliki dampak yang buruk bagi tubuh, diantaranya, menyebabkan perubahan struktural dan fungsional pada otak yang menyebabkan gangguan emosi dan memori.Sabu-sabu juga memberikan efek menyenangkan pada penggunanya. Hal Ini bisa terjadi karena saat mengonsumsi sabu-sabu, tubuh akan melepaskan neurotransmiter dopamin dalam jumlah yang besar. Dopamin merupakan zat kimia yang dapat meningkatkan motivasi, kebahagiaan, dan kemampuan motorik. Zat ini akan bekerja pada bagian otak yang menyebabkan seseorang selalu tergoda untuk mengonsumsi lebih banyak sabu-sabu.Meningkatnya aktivitas, cara bicara yang cepat, penurunan nafsu makan, berkurangnya rasa lelah, kehilangan kontrol diri, dan merasa euforia, juga bagian dari efek penggunaan sabu-sabu. Bahkan, penggunanya selama beberapa hari mampu tanpa makan makanan apapun, apalagi saat melakukan ‘pesta sabu’.Secara fisik, orang yang menggunakan sabu-sabu akan bernapas lebih cepat, jantung berdetak lebih cepat dan tidak teratur, suhu tubuh meningkat, dan tekanan darah tinggi. Orang-orang yang menggunakan sabu-sabu biasanya akan mengalami gejala psikis seperti paranoid, agresif, dan halusinasi, baik pada penglihatan maupun pendengaran, gangguan mood, dan delusi. Penulis : Nur Komariah


Senin, 3 Februari 2020

Upaya Pencegahan Narkoba Oleh Orangtua

Bagian yang tidak kalah penting dari upaya pencegahan dan paling berpotensi untuk dapat menghindari penyalahgunaan narkoba pada anak, adalah lingkungan keluarga. Ada beberapa hal sederhana yang dapat di lakukan, utamanya orangtua untuk melakukan pencegahan dini, diantaranya;

  1. Memiliki Pengetahuan Tentang Narkoba
Orangtua harus memiliki pengetahuan yang jelas tentang narkoba, sehingga bisa memberikan pengetahuan pada anak tentang bahaya narkoba dan cara untuk menghindarinya. 
  1. Hindari Kepercayaan Diri Berlebih
Percaya diri memang perlu, namun kepercayaan diri yang berlebih, dan menganggap bahwa anak kita adalah anak yang sempurna dan tidak memiliki masalah, adalah sebuah kekeliruan. Menghindari kepercayaan berlebih adalah sangat perlu, agar sebagai orangtua secepatnya dapat mendeteksi dini bila terdapat perubahan yang tidak lazim pada anak. 
  1. Jangan Segan Mengawasi Anak
Hal ini, bukan berarti menaruh kecurigaan berlebih terhadap anak. Namun pencegahan atau antisipasi sejak dini, jauh lebih baik, ketimbang penyesalan di kemudian hari. Mulailah dengan melihat kondisi kamar anak, memeriksa pakaian yang telah digunakan, tas sekolah dan yang lainnya. Perlu diperhatikan adalah bagaimana melakukan semua hal tersebut dengan strategi yang baik, agar tidak menimbulkan konflik dengan sang anak. 
  1. Menjadi Sahabat Bagi Anak
Bayangkan bagaimana jika sang anak menganggap anda sebagai orangtua yang juga sekaligus sahabat baginya. Tentu ada perasaan bebas, terutama dalam segi mencurahkan isi hati, pendapat, maupun permasalahan yang ia alami. Maka dengan begitu, anda bisa dengan mudah mengetahui apa saja yang ia rasakan, dan apapun yang terjadi dengan dirinya. Penulis : Maswita S.Sos, MM


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP SULAWESI TENGAH

0

Total Kasus Narkoba

0

Total Tersangka Kasus Narkoba

0

Total Pasien Penyalahgunaan

0

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

0

Jumlah Sebaran Informasi

Tautan Terkait