POLA ASUH SALAH SEBABKAN ANAK JADI KORBAN NARKOBA






Dalam mengurus anak- anak misalnya, setiap orang tua memiliki cara yang berbeda - beda dalam mendidik dan mengasuh anak –anaknya. Beberapa sebab dikemukakan dimana orang tua tidak menyadari kesalahan atau kekurangan, misalnya orang tua yang sudah membanting tulang untuk mencari nafkah dan memenuhi segala keinginan anaknya, tentu merasa sudah berhasil karena semua permintaan anak akan materi telah terpenuhi. Padahal cara rekreasi orang tua yang berjalan sendiri-sendiri sesuai dengan tugas dan pekerjaan masing- masing telah menyebabkan anak menganggap tidak ada kesatuan lagi antara ayah dan ibu maka anak kehilangan pegangan, d an hubungan dengan ayah atau ibu menjadi sangat jarang dan kaku (Gunarsa, 2003).
Pola asuh orang tua merupakan pola interaksi antara anak dengan orang tua yang meliputi bukan hanya pemenuhan fisik dan psikologis tetapi juga norma-norma yang berlaku dimasyarakat agar dapat hidup selaras dengan lingkungan. Ada tiga jenis  pola asuh yaitu:
1.      Pola asuh otoriter dimana orang tua membatasi dan menghukum, menuntut anak untuk mengikuti perintah-perintah orangtua.
2.      Kedua: pola asuh demokratif yaitu pola asuh yang mendorong anak-anak agar mandiri tetapi masih menetapkan batas-batas dan pengendalian atas tindakan-tindakan mereka,
3.      Ketiga:  pola asuh permisif: dimana orang tua sangat tidak terlibat dalam kehidupan anak.
4.      Keempat adalah pola asuh uninvolved: dicirikan dengan orangtua yang bersikap mengabaikan dan lebih mengutamakan kebutuhan dan keinginan orang tua daripada kebutuhan dan keinginan anak, tidak adanya tuntutan, larangan ataupun komunikasi terbuka antara orang tua dan anak. (Adriani, 2005).
Pola asuh orang tua yang terlalu mengendalikan anak (otoriter) atau terlalu membebaskan anak (permisif) dapat mengawali perilaku penyalahgunaan narkotika. Yusuf (2009) mengatakan bahwa keluarga yang hubungan antar anggota keluarganya tidak harmonis, penuh konflik, atau gap communication dapat mengembangkan masalah-masalah kesehatan mental (mental illness) bagi anak. Oleh karena itu, orangtua diharapkan mampu dengan bijaksana menerapkan pola asuh bagi setiap anak-anaknya, agar mereka dapat terhindar dari berbagai perilaku menyimpang terutama penyalahgunaan narkotika. (SENLI HR)