KAMUFLASE NARKOBA MENJERAT ANAK-ANAK

         
          Darurat narkoba di Indonesia nyata adanya. Berdasarkan data Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (Puslitkes UI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN), narkoba kini menyasar anak-anak di Indonesia. 

          Sebanyak 2,2 persen dari 250 juta penduduk Indonesia telah mengonsumsi narkoba. Dari data BNN dan Puslitkes UI tersebut, usia para pengguna narkoba berada pada rentang 10-59 tahun. Ini berarti anak usia 10 tahun yang duduk di kelas III atau IV SD sudah menjadi pengguna narkoba.

         Berbagai modus pengedaran narkoba sudah dilakukan oleh para jaringan narkoba. Dari mulai narkoba berbentuk permen yang dibagikan kepada siswa SD hingga narkoba di dalam kue brownies yang banyak diminati para mahasiswa di perguruan tinggi. Bagi jaringan pengedar narkoba, mereka tidak berkeberatan untuk memberikan narkoba secara gratis dalam bentuk permen kepada siswa sekolah. Setelah anak-anak "terjerat", mereka akan masuk dalam perangkap pengedar narkoba.

Oleh sebab itu, para orantua hendaknya lebih berhati-hati dan waspada terhadap semua jenis makanan dan minuman yang dibeli anak-anak terutama di lingkungan sekolah dan lingkungan rumah. apabila menemukan makanan atau minuman yang mencurigakan, segera lapor ke BNN setempat.