Jumlah Tersangka Kasus Narkoba 2017 Naik 50 Kali Lipat



Dewasa ini, Peredaraan Gelap dan Penyalahgunaan Narkoba (P4GN) sudah menjadi suatu kejahatan yang berskala trans-nasional dan internasional. Para pelaku kejahatan ini adalah para Sindikat yang sangat profesional dan militan. Kegiatan operasionalnya dilakukan secara konsepsional, terorganisir dengan rapi, sistematis, menggunakan modus operandi yang berubah-ubah, didukung oleh dana yang tidak sedikit dan dilengkapi dengan alat serta peralatan yang berteknologi tinggi dan canggih.

Namun, dengan segala kendala tersebut. BNN tetap berusaha keras untuk mencegah, menangkap dan mengobati permasalahan narkoba di Indonesia, hal ini dibuktikan dengan berhasilnya mengungkap 46.537 kasus narkoba, dan 27 kasus tindak pidana pencucian uang. 

Kasus narkoba yang ditangani itu meliputi 4,71 ton sabu, 151,22 ton ganja, dan 2.940.748 butir ekstasi. BNN mengamankan 58.346 tersangka narkoba dan 34 tersangka kasus TPPU. Selama 2017, 79 tersangka narkoba telah ditembak mati oleh aparat.

Lonjakan data ini lebih disebabkan oleh peningkatan penindakan hukum yang dilakukan oleh BNN.  Terutama kasus yang di temukan di Aceh yang menjadi penyuplai ganja kering terbesar dari seluruh sitaan ganja BNN tahun ini. Untuk itu, di tahun 2018 BNN akan semakin memperketat usaha menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Bappenas, dan Bulog untuk mengajak dan memberdayakan petani di Aceh untuk menanam tanaman pangan di lahan bekas ganja. BNN juga berencana menggelar program edukasi khusus bagi ibu rumah tangga dan guru, bekerja sama dengan instansi pemerintah sampai level RT/RW untuk menekan tingginya kasus penggunaan narkoba.(Senli HR)