Tiga Langkah Pencegahan Membentuk Remaja Bebas Narkoba




  1. Keluarga
Orang tua berkewajiban memberikan kasih sayang yang cukup terhadap anaknya. Menghindari cepat marah dan main pukul tatkala sang remaja melakukan kesalahan baik dalam tutur kata, sikap, maupun perbuatannya, tanpa diberi kesempatan untuk membela diri. Sebaliknya, orangtua harus bersikap demokratis terhadap anaknya. Anak harus diposisikan sebagai insan yang juga membutuhkan penghargaan dan perhatian. Tidak cukup hanya diperhatikan kebutuhan fisiknya, tetapi juga kebutuhan psikisnya. Sehingga komunikasi yang hangat antara orangtua dan anak-anaknya menjadi langkah utama yang jitu untuk menjalin hubungan yang harmonis agar sang remaja menjadi tenteram dan nyaman tinggal di rumah. Jadi mereka tidak membutuhkan pelampiasan atau pelarian di luar rumah ketika diperhadapkan pada suatu masalah.
  1. Sekolah
Sekolah menjadi tempat mereka menambah pengetahuan tentang dampak buruk penyalahgunaan narkoba, sekolah berkewajiban memberikan informasi yang benar dan lengkap sebagai langkah pencegahan terhadap informasi yang salah tentang narkoba yang diterima dari pihak lain. Sekolah harus mampu menjadi tempat anak mengembangkan potensi diri dalam hal yag positif dengan menambah kegiatan ekstrakurikuler diluar kegiatan belajar mengajar didalam kelas, memotivasi anak untuk peduli terhadap penyalahgunaan narkoba yang dari hari kehari semakin mengkhawatirkan, seperti melakukan pembinaan dan pengawasan secara rutin terhadap siswa baik dengan melibatkan pihak lain (kepolisian, BNN, komite sekolah dan orangtua),
sekolah harus menjadi tempat yang tidak aman bagi anak untuk mengkonsumsi dan menyalahgunaan narkoba, dengan melakukan razia rutin dan tidak membolehkan sembarang orang memasuki lingkungan sekolah tanpa kepentingan yang jelas.
  1. Lingkungan Masyarakat
Tokoh agama dan tokoh masyarakat, pemerintahan dimulai dari Presiden, Gubernur, Bupati, Camat, Lurah, hingga RW dan RT  harus bersinergi dalam mengatasi permasalahan narkoba dimasyarakat, bersikap tegas dan konsisten terhadap upaya pencegahan,  penyalahgunaan narkoba di lingkungannya masing-masing yang didukung penuh oleh Kepolisian dan BNN. Menjadi contoh yang baik bagi remaja sehingga anak remaja tidak kehilangan figure, bersama-sama melakukan penyebaran informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba secara meluas agar anak remaja dan masyarakat menjadi imun. Membentuk system keamanan lingkungan agar anak remaja tidak mudah disusupi oleh para Bandar narkoba dan tak kalah penting menumbuhkan kegiatan-kegiatan keagamaan agar anak tidak hanya takut terhadap lingkungannya tetapi lebih dari itu semakin menyadari bahwa Tuhan selalu mengawasi setiap aktivitas manusia. (Yamin Patra)