PEREMPUAN KORBAN NARKOBA



Temuan BNN Kota Palu selama satu tahun terakhir menunjukkan adanya peningkatan penyalahgunaan narkoba oleh perempuan. Data ini diperoleh dari berbagai kegiatan razia dan juga laporan keluarga ke klinik Sangurara BNN Kota Palu. 
Sebagian besar penyalahguna narkoba perempuan yang ditemukan oleh tim BNN Kota Palu mengakui bahwa mereka mengkonsumsi narkoba berawal dari ajakan teman atau pacar. Mereka dibujuk untuk ikut menikmati barang haram tersebut agar terkesan gaul, dan dapat diterima dalam komunitas pertemanan. Tak sedikit pula perempuan yang terjerat narkoba akibat tertipu bujuk rayu yang mengatasnamanakan cinta.
Pada akhirnya, perempuan-perempuan malang yang sebagian justru masih remaja tersebut malah terperosok semakin dalam. Mereka kemudian menjauh dari keluarga, dari agama dan  semakin terbiasa dengan kehidupan seks bebas.
Contoh kasus, seorang perempuan (in) yang dibawa sang ayah ke klinik Sangurara BNN Kota Palu mengaku bahwa anaknya yang baru berusia 20th tersebut sudah berkali-kali mengalami “sakau” di kos nya. Selama kurang lebih 3 tahun selepas tamat SMA (In) yang berpamitan untuk mencari kerja di Kota Palu justru terjerat cinta dengan seorang pria yang justru menjerumuskannya ke lembah nista narkoba dan seks bebas. Tak hanya sampai disitu, sang Kekasih pun tega menjual (In) kepada teman-temannya demi untuk membeli narkoba yang akan mereka konsumsi bersama-sama.
Kasus ini hanyalah satu dari ratusan bahkan ribuan kisah perempuan korban narkoba. Mereka harus kehilangan jati dirinya, kehilangan kehormatannya, dan kehilangan masa depannya. Oleh karena itu, mari kita sama-sama menjaga perempuan-peremuan disekeliling kita. Apakah dia anak, istri, saudara, kemenakan, atau teman. Lindungi mereka, mahluk cantik yang lemah itu. Mereka butuh dilindungi, bukan justru dikelabui.
Rosulullah bersabda :"wanita adalah tiang agama, jikalau rusak wanita maka rusaklah negara, jikalau baik wanita maka baiklah negara". Save Woman In Palu City ! (Senli HR)