PROSES KECANDUAN NARKOTIKA YANG MEMATIKAN



  Proses yang cukup panjang seseorang merasakan dampak buruk penyalahgunaan narkotika adalah salah satu penyebab masih banyak orang yang terjebak dalam penyalahgunaan narkotika, karena melihat pengguna yang lain masih dalam kondisi sehat.
    
    Narkotika jenis sabu ketika masuk kedalam tubuh, crystal meth langsung membawa rasa santai dan menyenangkan. Rasa cemas, takut masalah seolah hilang. Sensasi sabu juga memberi dorongan semangat, percaya diri yang tinggi dan daya tahan sehingga penyalahguna dapat beraktivitas tanpa kenal lelah.

Efek yang dirasakan penyalahguna saat mengkonsumsi sabu hanyalah tipuan semata. Sekali menggunakan sabu sesungguhnya penyalahguna telah membuat perjanjian jangka panjang dengan barang haram tersebut. Dalam pemakaian selanjutnya efek yang dihasilkan akan menghantam balik kepada si penyalahguna, zat ini menyerang otak, tubuh dan pikiran menjadi lemah sehingga menjadi paranoid, agresif secara berlebihan dalam kondisi yang berkepanjangan akan menjadi gila karena sekali menggunakan over dosis kian mengintai.

Bagaiaman proses itu terjadi ?

Didalam otak manusia terdapat Inti accumbens (NAC atau NACC), juga dikenal sebagai inti accumbens atau sebagai nucleus accumbens adalah sebuah daerah di otak depan rostral basal ke daerah preoptic dari hipotalamus.Nucleus accumbens dan tuberkulum penciuman secara kolektif membentuk striatum ventral, yang merupakan bagian dari ganglia basal. Setiap belahan otak memiliki nucleus accumbens sendiri, yang dapat dibagi menjadi dua struktur: nucleus accumbens inti dan nucleus accumbens shell. substruktur ini memiliki morfologi dan fungsi yang berbeda.

subregional NACC berbeda (inti vs shell) dan subpopulasi neuron dalam setiap wilayah (D1-jenis vs D2-jenis neuron berduri menengah) bertanggung jawab untuk fungsi-fungsi kognitif yang berbeda. secara keseluruhan nucleus accumbens memiliki peran yang signifikan dalam pengolahan kognitif aversion, motivasi, reward ( kesenangan, dan penguatan positif), dan pembelajaran penguatan; oleh karena itu, memiliki peran penting dalam kecanduan. Hal ini memainkan peran yang lebih rendah dalam memproses rasa takut (bentuk keengganan), impulsif, dan efek plasebo.

Pada hipotalamus melalui nucleus accumbens ini terjadi pelepasan hormon dopamine, yaitu bahan kimia alami yang menimbulkan rasa senang dan nyaman. Makin banyak dopamine dilepaskan makin kita merasakan kenyamanan dan salah satu puncak kesenangan normal itu adalah seks dan makan. Sesungguhnya hal ini adalah anugerah yang diberikan Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa kepada manusia melalui otaknya.

Proses inilah yang sesungguhnya terjadi saat menggunakan sabu, zat ini langsung menuju pusat kesenangan nucleus accumbens oleh karena itu pemakai langsung Fly dalam keadaan santai dan nyaman. Penelitian pada tikus menunjukan bahwa 150 unit dopamine dilepaskan otak pada saat makanaan atau melakukan aktifitas seks. Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa 150 unit dopamine dilepaskan otak pada saat makan atau melakukan aktivitas seks. Akan tetapi sabu menipu otak agar melepaskan lebih banyak dopamine.
Sekali pemakaian, sabu bisa memicu pelepasan 1200 unit dopamine. Shabu memaksa otak bekerja keras 3,5 kali lebih keras dibandingkan efek kokain, atau 6 kali lebih keras dari aktivitas normal manusia.
Meth pun mulai bekerja merusak otak. Otak yang dipaksa melepaskan dopamine berlebihan, pun melakukan perlawanan secara alami. Otak mulai mematikan sel saraf yg terlalu aktif melepaskan dopamine. Akibatnya, pada titik tertentu pemakai shabu mulai merasakan perubahan dari tingginya dopamine (kesenangan) menjadi semakin sedikit dopamine karena sel-sel saraf otak yg mulai rusak.
Akibatnya para pecandu mulai kehilangan rasa melayang itu tetapi tetap berusaha mengejar rasa senang yang sempat mereka nikmati sebelumnya. Mereka akan terus berusaha mencapai titik itu dengan pemakaian shabu yang tentu dosisnya semakin ditingkatkan, sampai berhari-hari lamanya sampai mendapatkan sengatan dopamine yang makin lama makin jarang. Lama kelamaan pemakaian sabu dengan dosis yang semakin meninggi membuat otak tidak dapat bekerja, dan sabu mulai mengambil alih pikiran pemakainya.
Di titik ini pemakai shabu mulai berhalusinasi. Melihat hal-hal yg tidak nyata, mendengar suara-suara dan sebagainya. Salah satu halusinasi misalnya merasa tubuhnya dikerubuti serangga sehingga si pemakai shabu mulai menggaruk tak henti. Halusinasi berlanjut, ia mulai menggaruk dengan benda kasar, bahkan menusuk-nusuk tubuhnya untuk mengejar ’serangga’ yang dirasakannya masuk ke dalam lukanya. Tidak heran tubuh pecandu meth biasanya penuh luka bekas cakaran atau tusukan.
Serangan meth ke otak membuat si pemakai sabu terancam kehilangan usianya, yaitu selama ia memakai dan tergantung pada barang haram tersebut. Usia bertambah, tetapi otaknya melemah sehingga perkembangan pikirannya terhenti. Dalam hitungan bulan, otak mulai melemah dan tampilan wajah semakin kuyu dan tua. (Yaminpatra)

Note: 
* Apabila ada keluhan/laporan transasksi narkoba di lingkungan saudara/ssdri, bisa langsung menghubungi ke No.Kepala BNNK Palu an.AKBP Sahidi,SH.,MH., 081219636291. 

** Untuk permohonan Rehabilitasi bagi keluarga pecandu narkoba bisa menghubungi Tim Penjangkau Rehabilitasi BNNK Palu, an.Ibu SALMA 081341411833, terimakasih