Efek Samping Konsumsi Ekstasi

Ekstasi adalah salah satu jenis amphetamine yang biasanya berbentuk pil/tablet dan kapsul, yang dapat memberikan rangsangan yang kuat terhadap system syaraf manusia.

Ekstasi atau yang dikenal dengan MDMA atau 3, 4 methylene-dioxymethylamphetamine. Banyak pengguna narkoba menyebutnya dengan nama yang berbeda, seperti E, X, XTC, Adam, E, A, Roll, atau 007. 

Sebelum Anda tergoda untuk mencoba barang terlarang yang satu ini, sebaiknya Anda mengetahui efek dari ekstasi. Efek ekstasi akan timbul sekitar 30-45 menit setelah seseorang meminumnya. Berikut adalah efek dari ekstasi:

Timbul rasa ketidaknyamanan dengan segera

Ekstasi memiliki sifat stimulan yang dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan seperti agitasi, kecemasan, dan kenekatan. 

Pengaruh yang merugikan kesehatan

MDMA memberikan banyak efek seperti mual, menggigil, mengatupkan gigi, berkeringat, kram otot, dan pandangan kabur. MDMA juga dapat menimbulkan keadaan overdosis yang merugikan kesehatan seperti tekanan darah tinggi, serangan panik, kejang, dan kehilangan kesadaran dan pingsan.

Hipertermia/ peningkatan suhu tubuh 

MDMA dapat menyebabkan terjadinya peningkatan suhu tubuh atau hipertermia yang cukup signifikan. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan otot dan menyebabkan gagal ginjal. Dalam kasus hipertermia, memerlukan perawatan medis segera.

Efek pada Kemampuan Mental 

Konsumsi MDMA menyebabkan kemampuan mental yang menurun secara signifikan dan mempengaruhi memori. Efek ini bisa bertahan sampai satu minggu atau bahkan lebih lama di kalangan pengguna biasa. MDMA juga mengganggu seseorang dalam pengolahan informasi. Apabila seseorang dalam keadaan di bawah pengaruh ekstasi dan sedang melakukan kegiatan yang penting hal ini akan membahayakan jiwa, seperti mengemudi mobil Anda. 

Efek Emosional 

Seseorang yang menggunakan MDMA akan timbul berbagai macam perasaan seperti emosi, kegelisahan, kecemasan, mudah tersinggung, sedih, dan depresi. Efek lainnya seperti peningkatan kecemasan, agresi, impulsif, kurang nafsu makan, gangguan tidur, dan penurunan minat pada seks. 

Interaksi Obat 

Konsumsi ekstasi bersama dengan stimulan lain seperti kokain dan amfetamin dapat meningkatkan kejadian overdosis dan efek samping seperti cemas, peningkatan denyut jantung dan tekanan darah. Konsumsi ekstasi dengan alkohol dapat menyebabkan tubuh menjadi terlalu panas dan dehidrasi.
Bila dikonsumsi dengan beberapa obat antidepresan dapat menyebabkan efek yang tidak menyenangkan termasuk kehilangan koordinasi, peningkatan denyut jantung, mual dan muntah. 

Efek lain 

Terjadinya peningkatan tekanan darah dan gagal jantung. (SenliHR)


Sumber: newhealthguide

Note: 

* Apabila ada keluhan/laporan transasksi narkoba di lingkungan saudara/ssdri, bisa langsung menghubungi ke No.Kepala BNNK Palu an.AKBP Sahidi,SH.,MH., 081219636291. 

** Untuk permohonan Rehabilitasi bagi keluarga pecandu narkoba bisa menghubungi Tim Penjangkau Rehabilitasi BNNK Palu, an.Ibu SALMA 081341411833, terimakasih