Pendidikan Anti Narkoba Sejak Dini





Anak merupakan titipan dari Allah SWT yang wajib kita jaga dengan baik sebagai sebuah amanah. Kita patut bersyukur ketika kita diberikan kepercayaan oleh Allah SWT untuk memiliki seorang anak, sebab tidak semua pasangan suami istri yang memperoleh kesempatan tersebut. Banyak pasangan suami istri yang terlah menikah bertahun tahun bahkan hingga akhir  hayatnya tidak kunjung diberikan seorang anak. Bagaimana dengan kita yang diberikan anugrah sampai dua, tiga, empat orang anak. Sungguh itu merupakan kebahagian dan rezeki dunia akhirat yang kita peroleh dan wajib kita jaga.
Namun, pada keyataannya kebanyakan orantua mengeluh ketika sang anak tumbuh dan cenderung berkelakuan kurang baik atau sampai terlibat tindakan diluar norma dan hukum. Kemudian, orantua kebanyakan berasumsi bahwa peran terbesar dalam pembentukan karakter dan tingkah laku anak yang menyimpang tersebut merupakan kesalahan dari lingkungan pergaulannya. Padahal, faktor terpenting dalam pembentukan karakter dan kepribadian seorang anak selain faktor genetik adalah pendidikan yang ia peroleh sejak dari dalam kandungan hingga kanak-kanak bersama orang tua dan keluarga.
Hendaklah para orantua menjadikan dirinya sebagai contoh yang baik bagi anak-anaknya. Kita tidak bisa meminta anak untuk rajin beribadah apabila kita sebagai orantua pun malas beribadah. Anak merupakan peniru yang baik, mereka akan meniru apa yang diperbuat orang dewasa disekelilingnya. Maka dari itu, langkah pertama mendidik anak adalah mendidik diri kita sendiri terlebih dahulu agar mampu menjadi panutan yang positif bagi anak.
Kedua, tanamkan keterbukaan, kehangatan dalam keluarga. Jangan biarkan anak anda lebih nyaman menyampaikan keluhkesah, dan permasalahan yang mungkin sedang ia hadapi kepada oranglain. Anda bukan saja orangtua, tetapi juga harus menjadi teman, dan sahabat bagi anak-anak anda. Dengan keterbukaan dan kejujuran, orangtua dan anak akan lebih saling mengerti dan memahami, anak-anak akan sangat nyaman untuk menghabiskan waktunya bersama keluarga daripada pergi bersama oranglain.
Bantu anak mengenali dan mengembangkan potensi dirinya, cara ketiga ini penting untuk membantu anak untuk terarah dalam menemukan jati dirinya. Anak-anak yang tidak dibantu secara positif dalam mengenali dan mengembangkan potensi diri akan mencoba mencari sendiri dan berpotensi besar untuk salah dalam pergaulan dalam proses pencarian jati dirinya tersebut.
Terakhir, pendidikan agama merupakan fondasi utama bagi seorang anak untuk tumbuh dan berkembang menjadi remaja dan orang dewasa. Agama apapun akan mengajarkan kebaikan dalam setiap elemen kehidupan, baik terhadap Tuhan, alam semesta, diri sendiri, orangtua, keluarga, dan lingkungan sosial. Dengan pendidikan agama yang baik seorang anak akan tahu perbuatan mana yang patut dan tidak patut untuk dilakukan, seperti halnya dalam memilah untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram atau yang halal, termasuk narkoba. (Senli HR)