PELAJAR SASARAN EMPUK BANDAR NARKOBA

Kaban BNN Kota Palu, AKBP Sahidi, berpose bersama PengurusPerhimpunan Dokter Spesialis dan Kelamin (Perdoksi) Kota Palu di kegiatan Penyuluhan Kesehatan, Auditorium Kantor Wali KOta Palu, Kamis (7/1/2016). (Foto : Metrosulawesi/Moh Yayan Lamasuku)
Palu, Metrosulawesi.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu, AKBP Sahidi SH mengatakan, pelajar atau anak mudah rentan menyalahgunakan narkoba. 

“Biasanya pelajar mudah tersandung dengan masalah narkoba, sehingga jangan pernah mencoba menggunakan Narkotika,” tegasnya saat jadi pemateri di kegiatan Penyuluhan Kegiatan, ruang auditorium kantor Wali Kota Palu, Kamis (7/1/2016).

Sahidi mengingatkan, kepada masyarakat dan pelajar Kota Palu agar menjauhi Narkoba, karena dapat merusak mental manusia.

"Narkoba jenis apapun dapat membuat mental mental dan fisik kita rusak, menjadi paranoid, lemas, ngantuk dan malas. Karena narkoba mengandung bahan yang berbahaya bagi sistem saraf dan tubuh kita," kata Sahidi.

Dia menuturkan, sebenarnya narkotika tidak dilarang oleh undang-undang dikonsumsi apabila menjadi kebutuhan.

“Saya informasikan Narkotika tidak dilarang sebagaimana diatur pada Undang-Undang Nomor 35 Pasal 4. Pemerintah menjamin kesediaan Narkotika, tetapi bukan untuk disalahgunakan,” jelasnya.

Narkotika kata Sahidi, dibagi menjadi tiga jenis. Pertama golongan I terdiri atas obium, heroin, dan koktiel. Kemudian golongan II, yang peruntukannya bagi ilmu pengetahuan, misalnya morfin. Yang terakhir jenis narkoba golongan III yakni kokain.

Sahidu mengatakan, selain Narkotika, bahan-bahan adiktif lainnya juga berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

“Bahan–bahan adiktif, seperti minuman keras, efeknya membuat sulit tidur, paranoid,” ujarnya.

Mereka yang kecanduan heroin kata Sahidu, efeknya akan menjadi orang yang cuek dengan keadaan. Dan setelah reaksi obat itu hilang, pribadinya akan menjadi orang yang sangat sensitive, lemas dan menimbulkan depresi. Sementara orang yang sering mengonsumsi ganja akan sering berhalusinasi.

“Dampak lain terhadap kesehatan adalah akan menggorogoti saraf dikepal kita, ganguan di saraf kita yang ada di dalam otak kita,’’ bebernya.

Tidak hanya berdampak pada kesehatan, narkoba juga berdampak pada pergaulan sosial. Mereka yang menjadi pecandu narkoba akan anti sosial, acuh tak acuh, dan hubungan tidak harmonis dengan sesama.

“Apabila seorang pelajar mengonsumsi narkoba, jadinya malas bangun tidur, malas belajar, lambat bekerja, hilang kepercayaan diri, sering menghayal. Jadi jangan menjadi pengguna atau berhubungan dengan narkoba,” jelasnya.