BNN KOTA PALU: SOSIALISASI REHABILITASI TAK MESTI DI DEPAN FORUM



Dalam menjalankan amanat UU No.35 tahun 2009, BNN Kota Palu tidak henti-hentinya  memberikan penyuluhan P4GN kepada semua aspek masyarakat dalam berbagai kesempatan. Di sela-sela aktivitas santainya bersama komunitas di Warung Kopi, Kepala BNN Kota Palu menyampaikan pesannya mengenai  "Gerakan Rehabilitasi 100.000 penyalahguna, Keras Terhadap Bandar, Humanis Terhadap Penyalah Guna". Dengan penyampaian ini diharapkan dapat mengubah stigma masyarakat yang mengganggap penyalahguna sebagai aib bagi keluarganya. Masyarakat juga diharapkan tidak takut lagi untuk melaporkan baik diri sendiri, keluarga, kerabat, teman dan masyarakat yang terindikasi sebagai penyalahguna/korban penyalahguna narkoba.  
“Sosialisasi di komunitas warung kopi ini menurut saya cukup efektif. Pesan bahaya narkoba yang disampaikan lebih mengena dan sasarannya langsung kepada masyarakat” kata Sumantri.   “Untuk mensukseskan Gerakan Rehabilitasi 100.000 Penyalahguna, kami terus menggelar sosialisasi dengan berbagai metode. Tidak lagi monoton berbentuk advokasi/seminar, tetapi juga kegiatan kreatif dan non formal yang berdampak luas terhadap masyarakat” tutur Kepala BNN Kota Palu disela-sela kegiatan sosialisasinya, Selasa (24/02).
Disela-sela sosialisasinya mengenai rehabilitasi, Sumantri juga membahas mengenai aksi pengumpulan koin untuk Australia yang rencananya juga akan segera dilaksanakan di Kota Palu. Sumantri menjelaskan, pernyataan Tony Abbott telah menghina Indonesia karena tidak konsisten, yaitu di satu sisi mengatakan sumbangan selama tsunami untuk kemanusiaan, di sisi lain menentang pemberantasan kasus narkoba yang juga demi kemanusiaan. Padahal, kata Sumantri, ada 50 orang Indonesia yang menjadi korban narkotik tiap harinya. “Sangat disayangkan pernyataan Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang meminta pemerintah Indonesia menghentikan eksekusi mati duo "Bali Nine", Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, karena Australia pernah membantu Indonesia pasca-tsunami Aceh 2004.
“Kalau mereka menyumbang korban tsunami dengan alasan kemanusiaan, maka seharusnya mereka ikut mendukung eksekusi mati bandar narkoba sebagai bentuk kepedulian terhadap korban narkoba," ujarnya.