SMA NEGERI 3 MODEL PALU BEBAS ROKOK DAN NARKOB



Palu --  Penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan lingkungan sekolah telah menjadi permasalah pelik. Minimnya pengawasan terhadap siswa, baik oleh guru maupun orang tua masih sangat minim. Dengan adanya “Anti Drugs Campaign Goes to School” adalah salah satu jawaban dari keresahan yang muncul saat ini.Program ini bertujuan untuk memberikan barbagai informasi mengenai Penyalahgunaan narkoba dilingkungan pelajar agar menjadi pembelajaran bagi pelajar disekolah-sekolah yang dikunjungi oleh tim BNN Kota Palu.

Kepala BNN Kota Palu, AKBP Sumantri Sudirman,SH., yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Tim Penyuluh, Senli HR, S.I.P dan Agussalim Jabbar,S.Farm di Aula lantai 3 gedung SMA Negeri 3 Model Palu, beberapa waktu lalu memaparkan bahwa secara umum, ada dua penyebab pelajar menggunakan narkoba. Pertama, karena keingintahuan akan apa itu narkoba. Dari awal coba-coba menjadi kecanduan. Kedua, karena berbagai tekanan dari luar individu. Bisa dari permasalahan keluarga seperti kurang perhatian orang tua, broken home,  dan kurangnya pengetahuan tentang narkoba dari orang tua sejak dini.

Selain itu, penyebab ketiga yang juga banyak menjadi modus penggunaan narkoba adalah pergaulan. “Tekanan pergaulan juga sangat kuat mempengaruhi anak-anak untuk menggunakan narkoba. Dari pergaulan, mereka seolah ‘dituntut’ untuk menggunakan narkoba. Menggunakan narkoba menjadi bahasa pergaulan. Mereka yang lemah, tidak kuasa untuk dibilang tidak ‘solider’, tidak ‘keren’, bahkan dipaksa menggunakan oleh teman-teman sebayanya”, papar Senli HR dihadapan Siswa siswi SMA Negeri 3 Model Palu.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu disisipi dengan tanya jawab dan ice breaking guna membuat siswa tetap bersemangat dan fokus dalam menerima informasi yang dipaparkan. Ahmad Anton, S.Pd selaku Guru pendamping pada kegiatan tersebut juga menyampaikan bahwa seluruh warga sekolah (kepala sekolah, guru, siswa, pengurus sekolah dan staf) SMA Negeri 3 Model Palu diwajibkan mematuhi peraturan yang berlaku untuk tidak merokok dan mengkonsumsi narkoba, terutama selama berada dilingkungan sekolah. “SMA Negeri 3 bebas rokok, bahkan tamu yang datang kemari pun harus mengikuti peraturan disini untuk tidak merokok selama berada di area sekolah. Rokok adalah pintu gerbang dari penggunaan narkoba, sehingga kami pun berusa mensterilkan rokok dari siswa-siswi serta guru-guru disini agar tidak dicontoh anak-anak”, terang Anton.


         Dengan terus digalakkannya program penyuluhan ke sekolah-sekolah ini, BNN Kota Palu berharap agar terjadi peningkatan kesadaran dan daya tangkal warga sekolah terhadap pengaruh penyalahgunaan narkoba, alkohol, dan rokok. Sehingga, pelajar di Kota Palu dapat fokus meningkatkan kreatifitas dan prestasi mereka di sekolah, terhindar dari kenakalan remaja seperti perkelahian, free sex, dan tindak kriminal lain yang dapat ditimbulkan dari akibat penyalahgunaan narkoba. (Sn/HumasBNNKotaPalu)