SPIRIT RAMADHAN BNN KOTA PALU



Palu --Dalam rangka memperingati bulan suci Ramadhan 1435 Hijriyah, Pemerintah Kota Palu bersama Tim BNN Kota Palu mempercayakan seorang Ulama untuk memberikan ceramah di 6 (enam) Masjid Se-Kota Palu selama sepekan. Masjid yang mendapatkan kesempatan perdana kunjungan pada, Rabu (3/7) tim Safari Ramadhan personil dari BNN Kota Palu ini adalah Masjid Al-A’RAF, Kelurahan Mamboro, Palu Utara. 

Kegiatan yang dilaksanakan diawal bulan suci Ramadhan ini berhasil mendapat apresiasi positif dari masyarakat, Drs.H. Hamzah Rudji, MM. yang pernah menjabat sebagai Kepala BNN Kota Palu periode tahun 2009 sampai dengan maret 2014 lalu, melalui kesempatannya sebagai penceramah banyak memberikan pencerahaan seputar peranan umat muslim dan generasi muda dalam membangun dan memperkokoh agama islam, yang disampaikan dengan antusias.

Beliau juga menyampaikan “umat muslim yang hebat itu berakar dari generasi mudanya yang berkualitas, namun bagaimana nasib agama islam apabila generasi mudanya hancur sebelum berbuah. Untuk itulah kemudian dirasakan pentingnya pengawasan dari lingkungan sosial dan pendidikan agama terhadap anak-anak dan remaja agar terhindar dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Agama merupakan tameng paling mendasar bagi seorang anak untuk menolak berbagai pengaruh buruk yang ia terima dari lingkungannya, termasuk dalam hal ini adalah pengaruh buruk narkoba. Begitu pula dengan lingkungan sosialnya, seorang anak sangat membutuhkan dukungan, bimbingan dan pengawasan dari orang-orang disekitarnya seperti orangtua, guru, dan juga pemerintah. 

Senada dengan yang disampaikan oleh Drs.H. Hamzah Rudji, MM., Kepala BNN Kota Palu, AKBP Sumantri Sudirman, SH., juga menyampaikan, bahwa Orangtua bertanggung jawab mengawasi anak-anak selama  berada dilingkungan keluarga, Para Guru bertanggung jawab selama anak-anak berada di lingkungan sekolah, dan Pemerintah harus bertanggung jawab dalam hal memberikan bantuan fasilitas-fasilitas yang mendukung pendidikan dan pengawasan bagi seluruh generasi muda tanpa terkecuali. “Pemberian ceramah dengan menyisipkan bahaya narkoba didalamnya, bertujuan agar pemahaman agama masyarakat semakin terbuka untuk membedakan yang mana halal dan haram. Terutama dalam menghadapi arus globalisasi yang semakin gencar menggerogoti akhlaq dan moral generasin muda, diperlukan keimanan dan pengetahuan agama yang kuat. Tanpa kedua kedua hal tersebut akan sulit untuk membendung pengaruh negate seperti narkoba yang jelas-jelas diharamkan oleh agama Islam” papar Sumantri dihadapan majelis sholat tarawih berjamaah Masjid AL-A'RAF malam itu.

Narkoba menurut pandangan Islam merupakan bagian dari khamar (sesuatu yang memabukkan) sebagaimana termaktub dalam Al-Quran surah Al-Maidah : 90-91 yaitu ‘Hai orang-orang yang beriman, sesuangguhnya meminum khamar, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran khamar dan berjudi itu.” Jadi, narkoba bukan hanya musuh rakyat dan Negara, tapi juga musuh agama. Jauhi sekarang juga! (Sn/Humas BNNK Palu)